Sterilisasi Longsor di Gorontalo Utara

Gorontalo, – Bencana tanah longsor yang menutup akses trans Sulawesi di wilayah barat Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, berhasil dibersihkan dan membuka akses transportasi jalur darat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gorontalo Utara, Nurhadi Rahim, di Gorontalo, Selasa, mengatakan, akses jalan tepatnya di Desa Tolitehuyu Kecamatan Monano itu, tertutup longsoran material tanah dan bebatuan dari pukul 14.30 Wita dan berhasil dibuka pukul 20.15 Wita.

Pembersihan material longsoran mendapatkan bantuan alat berat dari pihak perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Ia menjelaskan, tingkat kerawanan bencana longsor di daerah itu, khususnya di Kecamatan Monano, Sumalata Timur, Sumalata dan Biawu cukup tinggi, maka kewaspadaan dan kehati-hatian perlu dilakukan khususnya saat musim penghujan yang sementara berlangsung.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Ridwan Yasin, ikut mengunjungi lokasi longsor di Kecamatan Monano.

Ia pun ikut melakukan evakuasi pasien rujukan yang harus ditandu agar bisa melewati longsoran.

“Pemerintah daerah sudah mengerahkan ambulans untuk mengangkut pasien rujukan dari akses yang tidak bisa dilalui, kemudian dipindahkan ke ambulans lainnya, akibat putusnya jalur lalu lintas tersebut,” ujarnya.

Ia berharap, bencana longsor tidak lagi terjadi menyusul upaya pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penebangan pohon ataupun membuka lahan pertanian di areal kemiringan.

Hal itu diupayakan untuk menghindari tanah longsor di saat musim penghujan ini.

Pemerintah daerah pun melalui BPBD dan Dinas Sosial, terus menyiagakan personelnya untuk mengantisipasi tingkat kerawanan bencana alam khususnya banjir dan tanah longsor.

“Kita berharap dan berdoa, tidak ada bencana ataupun banjir dan longsor susulan yang dapat memutus akses publik maupun berdampak merugikan masyarakat,” ujarnya. (Ant)